Sejarah Nyata Gelar Ibu Negara: Dari Ibu Presiden Hingga Ikon Modern

12

Gelar Ibu Negara tidak muncul begitu saja. Butuh waktu puluhan tahun untuk bertahan. Meskipun asal muasalnya masih belum jelas, frasa ini mulai muncul pada pertengahan tahun 1800-an. Tapi itu tidak resmi. Itu lebih merupakan singkatan budaya yang perlahan mendapatkan daya tarik.

Sebelum istilah yang sekarang menjadi standar, orang menggunakan label yang berbeda. Terkadang mereka dipanggil Nyonya. Di lain waktu, pers atau publik menyebutnya sebagai istri presiden. Bahkan ada masa dimana Ny. Presiden digunakan. Kedengarannya formal. Kedengarannya agak kaku.

Kemudian segalanya berubah dengan Eleanor Roosevelt.

Masa jabatannya di Gedung Putih sangat bersejarah karena alasan-alasan yang lebih dari sekadar menjadi istri dari panglima tertinggi. Dia tidak hanya mengadakan makan malam. Dia mengadakan konferensi pers. Dia menulis kolom harian. Dia mengadvokasi hak-hak sipil dan kesejahteraan sosial. Dia mendefinisikan ulang apa yang bisa menjadi perannya.

Karena visibilitas dan aktivismenya, istilah Ibu Negara menjadi umum. Judulnya berubah dari deskripsi yang tidak jelas menjadi judul yang diakui dan kuat. Iterasi sebelumnya memudar. Konsep modern pun lahir.

Sangat menarik untuk memikirkan seberapa besar bobot sebuah judul. Kami berasumsi Ibu Negara selalu memiliki arti yang sama saat ini. Namun untuk waktu yang lama, itu hanyalah salah satu dari banyak pilihan. Kekuatan di balik posisi itu bukan terletak pada namanya. Itu ada dalam tindakannya.

Jadi ketika Anda mendengar istilah itu sekarang, ingatlah bahwa tidak selalu seperti itu. Itu diperoleh melalui penggunaan. Itu diperkuat oleh dampaknya.

Dari mana datangnya perubahan berikutnya? Judulnya tetap ada. Perannya terus berubah. Sejarah masih ditulis.

попередня статтяDeposisi Pintu Tertutup Hillary Clinton: Apa yang Kami Ketahui Tentang Sidang File Epstein