Tahun 1970-an merupakan titik porosnya. Perempuan membanjiri dunia kerja. Mereka membutuhkan pakaian yang bisa dipakai seharian di kantor dan mungkin keluar malam tanpa perlu mengganti lemari pakaian. Masukkan gaun bungkusnya.
Diane von Furstenberg tidak hanya mendesain pakaian. Dia merancang seragam untuk pembebasan.
Karya khasnya memulai debutnya pada tahun 1974. Sederhana saja. Praktis. Terbuat dari jersey sutra ringan yang dapat digerakkan mengikuti badan, bukan berlawanan. Desainnya adalah atasan pas dan rok sampul. Anda bisa mengikatnya agar pas, melepaskannya untuk bernafas. Itu feminin tetapi fungsionalnya tidak dapat disangkal.
Sebelumnya, fesyen wanita sering kali terasa membatasi. Gaun bungkusnya menawarkan sesuatu yang berbeda. Ini menanggapi suasana kebebasan pada zaman itu. Ia mengakui bahwa perempuan bekerja, bepergian, dan menjalani kehidupan yang aktif.
Pasar setuju. Pada tahun 1976, jutaan gaun ini telah terjual.
Kesuksesan Von Furstenberg tidak hanya memenuhi rak-rak toko. Hal ini menjadikannya sebagai panutan. Wanita di industri fesyen juga memperhatikan hal ini. Begitu pula perempuan di luarnya. Gaun itu menjadi inspirasi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya dan kepraktisan tidak harus eksklusif.
Gaun bungkusnya tetap menjadi bukti momen itu. Ini bukan hanya tentang tampil bagus. Itu tentang perasaan bebas.
“Feminin namun fungsional.”
Keseimbangan itu jarang terjadi. Kebanyakan tren mengejar salah satu tren. Gaun bungkusnya menangkap keduanya.
Pengaruh Von Furstenberg lebih dari sekedar siluet. Dia membuktikan bahwa satu ide bisa bergema dalam skala global. Ketajaman bisnisnya tumbuh seiring dengan desainnya. Ia menjadi simbol pemberdayaan perempuan dalam bisnis.
Gaun itu masih muncul di lemari sampai sekarang. Bukan karena trendi. Karena itu berhasil.
Ini adalah pengingat bahwa desain terbaik memecahkan masalah. Yang ini memecahkan masalah “apa yang harus saya kenakan agar terlihat profesional namun tetap merasa seperti diri saya sendiri?”
Tahun 1970-an mengubah cara berpakaian wanita. Gaun bungkus mengubah cara wanita memandang diri mereka sendiri.
Itu masih relevan. Kebutuhan akan pakaian yang sesuai dengan kehidupan wanita tidak kunjung hilang.


















